Rabu, 18 Juni 2014

PARTISIPASI ORANGTUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA




TUGAS INDIVIDU
PARTISIPASI ORANGTUA
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

Mata Kuliah                : Pendidikan Pengembangan Masyarakat
Dosen Pengampu        : Drs. Suripto, M.Pd



 



Disusun Oleh :
Syukron Zahidi Arrahmi
K7110567 / 28
Kelas B / Semester V


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2012


PARTISIPASI ORANG TUA
TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA

Oleh
Syukron Zahidi Arrahmi (K7110567)

A.      Latar Belakang
Pendidikan merupakan proses pembentukan kepribadian manusia. Pendidikan pada umumya bertujuan untuk membentuk manusia yang bermoral dan berilmu.
Berbicara masalah pendidikan, menyangkut pula masalah tentang lingkungan pendidikan, yang dikenal dengan tripusat pendidikan, yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Dari ketiga lingkungan tersebut, lingkungan keluarga mempunyai peranan yang paling utama. Keluarga merupakan lembaga pertama dalam pendidikan anak, karena dari keluargalah dasar pembentukan tingkah laku, watak, dan moral anak.
Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tidak lepas adanya partisipasi serta bimbingan atau dukungan orang tua. Orang tua merupakan pendidik utama dan pertama, karena pengaruh dari orang tualah yang menjadi dasar perkembangan dan kehidupan anak dikemudian hari. Untuk itu diperlukan usaha yang optimal dalam mencapai tujuan tersebut.
Partisipasi diperlukan bagi pembangunan bangsa. Meskipun tidak mudah untuk membangun partisipasi, tetapi gerakan partisipasi adalah wujud dari keinginan untuk mengembangkan demokrasi melalui proses desentralisasi. Partisi sesungguhnya diperlukan bagi terbentuknya  Good Governance.  Implikasi tentang perubahan peran negara adalah perlu adanya redefinisi terhadap peran masyarakat. Dalam konteks inilah,  partisipasi masyarakat menjadi prasyarat penting bagi keberhasilan pembangunan pendidikan dalam era otonomi daerah. Secara lebih khusus, banyak hasil penelitian yang membuktikan bahwa   keterlibatan orangtua akan berdampak positif bagioutcome pendidikan dasar.

B.       Rumusan Masalah
Partisipasi masyarakat terhadap pendidikan relatif masih sangat rendah, meskipun sudah dibuktikan pentingnya peran partisipasi bagi peningkatan pendidikan. Hal ini ditunjukkan dari berbagai studi yang menunjukkan bahwa tidak mudah untuk membangun partisipasi orangtua terhadap proses pendidikan. Padahal, partisipasi masyarakat adalah salah satu prasyarat penting bagi peningkatan mutu pendidikan masyarakat. 
Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahn yang akan dikaji adalah “Bagaimana keterlibatan orangtua dalam mengatsi kesulitan belajar anak di rumah?”

C.      Pengajuan Hipotesis
Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam pendidikan maka diperlukan  adanya kerjasama antara orang tua, anak didik dengan pendidik dalam berbagai hal.  Sehingga dengan bentuk kerjasama tersebut sangat bermanfaat memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan sekolah pada umumnya dan anak didik khususnya atau dengan kata lain internalisasi nilai pendidikan itu membutuhkan sinergitas baik sekolah, keluarga maupun masyarakat.  Jadi semakin tinggi partisipasi dari orangtua/wali siswa maka akan semakin meningkatnya mutu pendidikan, namun sebaliknya apabila kurang partisipasi dari orang tua maka akan kurangnya kualitas pendidikan tersebut.
Berdasarkan anggapan tersebut diatas, maka dapat dirumuskan hipotesa dalam permasalahan ini yaitu “Partisipasi orang tua terhadap prestasi belajar siswa.”

D.      Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan survey terhadap tetangga sekitar RT 02 RW 10 Pasarbatang Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung terhadap anak berkaitan dengan peringkat anak di kelas, hobby, dan data lengkap orang tua anak. Data ini diolah guna sebagai pertimbangan pengaruh partisipasi orang tua terhadap prestasi belajar siswa.
Data yang sudah di peroleh diantaranya:
Tabel 1  Hobby anak
Hobby
Jumlah
Prosentase
Renang
1
8,33%
Sepak bola
4
33,33%
Main sepeda
4
33,33%
Bermain
3
25%
Jumlah
12
100%
Tabel 2 Pelajaran yang disenangi anak
Pelajaran
Jumlah
Prosentase
IPA
1
8,33%
Matematika
1
8,33%
IPS
1
8,33%
Bahasa Indonesia
2
16,67%
Olahraga
5
41,67%
SBK
2
16,67%
Jumlah
12
100%
Tabel 3 Profil orangtua
Uraian
Jumlah Orang
Prosentase
Tingkat Pendidikan
SMA
4
33,33%
Diploma
3
25%
S1
5
41,67%
Jumlah
12
100
Pekerjaan
PNS
6
50%
Petani
3
25%
Buruh
1
8,33%
Wiraswasta
2
16,67%
Jumlah
12
100%



E.       Pengujian Hipotesis
Orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam pendidikan dan kemajuan sekolah. Peran orangtua dalam membentuk lingkungan belajar yang  kondusif di rumah antara lain:
a.         Menciptakan budaya belajar di rumah.
b.        Memprioritaskan tugas yang terkait secara langsung dengan pembelajaran di sekolah.
c.         Mendorong anak untuk aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi sekolah, baik yang bersifat kurikuler maupun ekstrakurikuler.
d.        Memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan gagasan, ide, dan berbagai aktivitas yang menunjang kegiatan belajar.
e.         Menciptakan situasi yang demokratis di rumah agar tukar pendapat dan  pikiran sebagai sarana belajar dan membelajarkan.
f.         Memahami apa yang telah,  sedang, dan akan dilakukan oleh sekolah, dalam mengembangkan potensi anaknya.
g.        Menyediakan sarana belajar yang memadai, sesuai dengan kemampuan orangtua dan kebutuhan sekolah.
Secara garis besar kesulitan belajar dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu:
1.        Kesulitan belajar yang berhubungan dengan perkembangan (developmental learning disabilities), mencakup:
a.         Gangguan motorik dan persepsi;
b.        Kesulitan belajar bahasa dan komunikasi;
c.         Kesulitan belajar dalam penyesuaian perilaku sosial.
2.        Kesulitan belajar akademik (academic learning disabilities), mencakup:
a.         Kegagalan pencapaian prestasi akademik sesuai kapasitas yang  dimilikinya;
b.        Penguasaan ketrampilan membaca, menulis, dan berhitung.
Mempraktekan gerakan-gerakan Brain-Gymn di rumah ada beberapa simpulan yang menarik untuk dikaji kembali.  Menurut orangtua proses pendampingan di rumah dari segi faktor pendukungnya antara lain adalah : 
1.        Sudah ada buku petunjuk dan kaset 
2.        Guru-guru juga mengikuti pelatihan ikut memotivasi siswa di sekolah  
3.        Ada komunikasi dengan insturktur 
4.        Ada monitoring  
5.        Anak punya motivasi , karena berlatih bersama dengan orangtua
Sedangkan hambatan orangtua dalam mendampingi siswa di rumah antara lain adalah : 
1.        Orangtua tidak telaten karena keterbatasan waktu 
2.        Orangtua tidak bisa rutin mengajari karena sibuk kerja
3.        Orangtua belum hafal seluruh gerakan 
4.        Orangtua belum yakin tentang efek gerakan dalam membantu kesulitan belajar 
5.        Anak-anak malas jika latihan sendirian 
6.        Anak-anak lebih senang bermain sepeda dan main play station.
Dalam mengatasi masalah pendampingan anak di rumah , orangtua membuat beberapa cara yakni :
1.        Mengajak saudara lain untuk latihan bersama 
2.        Membuat kesepakatan dengan anak tentang waktu latihan 
3.        Memilih gerakan yang disenangi anak 
4.        Meminta anak untuk bercerita tentang manfaat latihan Brain-Gymn

F.       Kesimpulan
Partisipasi orangtua dalam mengatasi problem belajar siswa ternyata tidak mudah karena orangtua tidak sepenuhnya memahami masalah-masalah kesulitan belajar siswa. Pada umumnya orangtua menyadari bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mendampingi anak di rumah. 
Proses pendampingan untuk anak di rumah tidak mudah dilakukan dirumah. Ada faktor pendukung dan penghambat dalanm proses pendampingan dirumah. Faktor pendukung antara lain adalah Sudah ada buku petunjuk dan kaset. Guru-guru juga mengikuti pelatihan ikut memotivasi siswa di skeolah; ada komunikasi dengan insturktur, ada monitoring, anak punya motivasi , karena berlatih bersama dengan orangtua.

0 komentar:

Poskan Komentar