Senin, 09 Juni 2014

INSTRUMEN KINERJA GURU



TUGAS
INSTRUMENT KINERJA GURU
Mata Kuliah     : Profesi Kependidikan
Pengampu        : Warsiti,S.Pd., M.Pd.
                        
 
Disusun Oleh:
Kelompok 5 Kelas VI B
Titis Prihatiningtyas                        K7110571                  
Muh. Fatkhu Rohman A.               K7110544
Siti Fatimah                                     K7110561                  
Syukron Zahidi Ar.                         K7110567


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2013




BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Sikap profesional guru mutlak dimiliki guru. Sikap profesional guru yang positif akan bisa menjadikan mereka melakukan berbagai aktivitas guru dengan penuh semangat, sebaliknya sikap profesional guru yang negatif cenderung mereduksi kinerja mereka.
Berdasar hal tersebut sikap profesional guru senantiasa perlu ditumbuhkan, dijaga, dan dikembangkan secara periodik terus menerus. Untuk menumbuhkan, menjaga, dan mengembangkan sikap profesional secara tepat sasaran, maka perlu instrumen sikap profesional guru. Kenyataan menunjukkan bahwa belum ada instrumen sikap profesional guru yang terstandar. Upaya untuk memecahkan masalah tersebut, yaitu menyusun instrumen sikap profesional guru.
Tugas guru mencakup tugas profesi, kemanusiaan, dan kemasyarakatan. Guru memiliki empat kompetensi dasar yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian. Kompetensi pedagogik merupakan kompetensi untuk melakukan pelajaran sebaik-baiknya yang berarti mengutamakan nilai-nilai sosial dari nilai material (Hamzha B. Uno, 2011: 69). Kompetensi profesional, antara lain: mengembangkan tanggung jawab, melaksanakan peranan-peranannya, mampu bekerja dan berusaha mencapai tujuan pendidikan, mampu melaksanakan perannya dalam proses mengajar dan belajar di kelas (Hamalik, 2004:38:52).
Profesional tidak dapat dipisahkan dari profesi. Power (1992:37) menyatakan bahwa profesional merupakan sosialisasi dalam profesi. Selanjutnya Merton (dalam Power, 1992:37) menyatakan bahwa sosialisasi merupakan proses memilih dan mencari; nilai, sikap, minat, keterampilan, dan pengetahuan yang berkaitan dengan profesi atau pembudayaan profesi.
Sikun Pribadi (dalam Hamalik, 2004:2) menyatakan bahwa profesi adalah suatu pernyataan atau janji terbuka, bahwa seseorang akan mengabdikan dirinya kepada suatu jabatan atau pekerjaan, karena merasa terpanggil untuk pekerjaan itu. Thurstone (dalam Edward, 1957:2) menyatakan bahwa sikap sebagai tingkat pengaruh positif atau negatif dalam hubungannya dengan beberapa objek psikologis. Bogardus (dalam Mueller,1995:2-3) menyatakan bahwa sikap adalah kecenderungan untuk beraksi dengan berbagai faktor lingkungan. Azwar (1995:5) menyatakan bahwa sikap sebagai keteraturan perasaan (affection) pemikiran (cognition) dan predesposisional tindakan (conation) seseorang terhadap suatu aspek di lingkungan sekitarnya. Padmono (2010) sikap profesional guru adalah kesiapan mental individu untuk memberikan respons positif atau negatif yang dilandasi kemampuan, komitmen atau janji hati secara terbuka, dan kemauan untuk meningkatkan kemampuan untuk melaksanakan berbagai tugas guru.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas, yang menjadi rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana langkah-langkah penyusunan instrument kinerja guru?
2.      Bagaimana kisi-kisi penyusunan instrument kinerja guru?
3.      Bagaimana contoh instument kinerja guru?

C.    TUJUAN PENULISAN
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka yang menjadi tujuan penulisan adalah sebagai berikut:
1.      Memahami langkah-langkah penyusunan instrument kinerja guru.
2.      Memahami kisi-kisi penyusunan instrument kinerja guru.
3.      Memahami contoh instrument kinerja guru.




BAB II
PEMBAHASAN
A.    LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN INSTRUMEN PROFESIONALISME GURU
Untuk dapat mengukur harus memiliki alat ukur, untuk itu perlu mengkonstruksi instrumen atau alat yang dapat digunakan untuk mengukur. Instrumen atau alat pengumpul data adalah alat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam suatu penelitian (Djaali, 2000:87). Stiggins (1994:109-175) menyarankan beberapa tahap penyusunan instrumen, antara lain:
1.      tahap menyusun tes objektif: persiapan, memilih elemen-elemen untuk diteskan, dan membangun butir tes
2.      tahap menyusun assessment esai dengan langkah-langkah: menetapkan prosedur penyusunan, penyekoran, dan umpan-balik, dan
3.      assessment performan dengan langkah: menyusun terminologi performan, merancang latihan performan, penyekoran dan pencatatan hasil.
Djaali (2000,89-90) menyarankan langkah-langkah penyusunan instrumen yaitu: sintesis teori, menyusun konstruk, pengembangan indikator, menetapkan parameter kontinum, analisis butir, validasi teoretik dan empirik, validasi pakar, revisi, penggandaan terbatas, uji coba, uji validasi internal dan eksternal, kesimpulan sortir, reliabilitas, dan perakitan. Langkah-langkah ini diarahkan untuk penyusunan instrumen yang digunakan untuk penelitian.
Crocker dan Algina (1986:66-86) menyatakan proses konstruksi berbagai tes dengan langkah-langkah, sebagai berikut:
1.      mengidentifikasi tujuan-tujuan utama untuk skor yang digunakan
2.      mengidentifikasi perilaku yang mewakili konstruk atau domain,
3.      menyiapkan spesifikasi butir, proporsi butir yang akan difokuskan pada tiap perilaku,
4.      menyusun butir-butir utama,
5.      meninjau ulang butir dan merevisinya,
6.      persiapan ujiboba dan merevisinya,
7.      tes lapangan pada sampel yang representatif,
8.      menentukan alat-alat statistik skor butir, kesesuaian, eleminasi butir yang tidak memenuhi kriteria,
9.      merancang dan mengondisikan reliabilitas dan validitas pada bentuk akhir tes,
10.  mengembangkan panduan administrasi, penyekoran, dan interpretasi skor tes (menyiapkan tabel norma standar performan). 
Y. Padmono mengemukakan langkah-langkah penyusunan instrumen sikap profesional guru terstandard, yaitu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1.      definisi konsep,
2.      definisi operasional,
3.      menentukan dimensi, indikator, dan cetak biru instrumen,
4.      draft butir-butir instrumen,
5.      kalibrasi dan penyempurnaan instrument, meliputi: (a) penilaian: panelis, (b) uji coba/kalibrasi empiris, mencakup: (a) uji validitas butir, (b) uji validitas konstruk melalui analisis faktor, (6) uji reliabilitas keseluruhan butir, dan (7) pengintervalan skor butir.
Pengembangan instrumen dapat dilakukan melalui tahapan yang diawali dengan menyusun kisi-kisi, draf instrumen, mengkonsultasikan instrumen pada panelis dan pakar, pelatihan terhadap penilai instrumen, menentukan tempat ujicoba, kalibrasi, analisis data, merevisi instrumen dan pengulangan prosedur sampai diperoleh instrumen yang valid.
Pengembangan mengalami modifikasi sesuai saran panelis/pakar dan hasil ujicoba instrumen. Konsultasi kepada pakar tentang konten utamanya unsur-unsur yang mewakili atribut sikap professional guru membantu penyempurnaan instrumen. Hasil konsultasi menunjukkan prosedur dan materi memenuhi persyaratan validasi isi. Indikator penilaian dan standar kualitas indikator serta skala mengalami perubahan sehingga penilai harus berhati-hati karena skala penilaian antar butir tidak memiliki skala yang sama berdasar hasil pengintervalan.
Instrumen pengukuran sikap profesional guru meskipun merupakan konsep utuh, namun secara teoretis dan praktis dapat teramati terdiri dari berbagai aspek. Aspek terjadi secara berurutan dan menyatu secara konseptual yang tergambar melalui bagaimana penguasaan guru terhadap pengetahuan dan keterampilan, komitmen dengan penuh rasa suka dan tanggung jawab, serta semangat meningkatkan kualitas diri untuk peningkatan kualitas kerja.
Berbagai kegiatan dapat dilakukan untuk mengukur aspek-aspek sikap, namun melalui tes skala sikap lebih dapat mencerminkan bagaimana sikap profesional guru terungkap. Meskipun pengungkapan melalui tes skala sikap dapat tereduksi pada berbagai faktor, misalnya: persepsi, pendapat, suasana hati, bahkan tanggapan terhadap tester dan pelaksanaan pengukuran.
Pengembangan instrumen perlu dilakukan agar memperoleh alat ukur yang tepat dalam pengambilan keputusan tentang guru dan calon guru. Pengembangan instrumen harus memenuhi kriteria standardisasi sehingga keputusan yang didasarkan pada alat ukur tidak menimbulkan keraguan dan kebingungan. Pengadministrasian alat ukur harus memenuhi kriteria, sehingga alat ukur dapat dipergunakan sebagaimana mestinya tanpa rasa kawatir. Pelaksanaan pengukuran sikap profesional guru perlu digalakkan, sehingga sikap profesional mereka terpacu dan dapat ditingkatkan.
Keprofesionalan seorang guru dapat diukur dengan tes skala sikap yang lebih dapat mencerminkan bagaimana sikap profesional guru terungkap. Berikut ini merupakan contoh instrumen berupa angket untuk mengukur keprofesionalan guru. Angket berikut ini memiliki lima alternatif jawaban yang skornya sebagai berikut. Untuk pernyataan positif, skor jawabannya A=5, B=4, C=3, D=2, E=1; sedangkan untuk pernyataan negatif, skor jawabannya A=1, B=2, C=3, D=4, E=5. Adapun pilihan jawaban untuk setiap butir, yaitu (A) Sangat sering, (B) Sering, (C) Kadang,  (D)  Jarang, dan (E) Tidak pernah.




B.     KISI-KISI INSTRUMENT KINERJA GURU
Berikut ini contoh kisi-kisi instrument

No
Aspek
Indikator
Nomor Butir
Jumlah
1
Kecakapan profesional
Menguasai Materi
1, 2, 3, 4, 5, 6,
6


Memahami Karakteristik siswa
7, 8
2


Memotivasi siswa
9, 10
2


Memanjerial Siswa
22
1
2
Kecakapan Pedagogik
Menggunakan Media Pembelajaran
11, 12, 16
3


Menerapkan Metode yang interaktif
13, 14, 15, 20,
4


Melakukan evaluasi kepada siswa 
17, 18
2


Membuat Perencanaan Pembelajaran
19, 21
2


Kelengkapan proses belajar mengajar
40, 41

3
Kecakapan sosial
Hubungan Sosial Masyarakat
23, 24
2


Peran serta Guru dengan Masyarakat
25, 26, 32
3


Peran serta Guru dengan teman sejawat
27, 28, 30, 36
4


Memotivasi diri sendiri dan memotivasi teman sejawat
29, 31, 33
3
4
Kecakapan pribadi
Mematuhi tata tertib sekolah
 35
1


Tenang dalam menghadapi persoalan dalam dunia kerja
37, 38
2


Membantu pengembangan ketrampilan
39
1






























Jumlah
40

C.    BENTUK INSTRUMENT KINERJA GURU
Petunjuk Pengisian
       I.            Pengantar
1.      Angket ini diedarkan kepada Anda dengan maksud untuk mendapatkan informasi sehubungan dengan penelitian tentang kompetensi guru di SD
2.      Informasi yang diperoleh dari Anda sangat berguna bagi kami untuk menganalisis tentang kompetensi guru SD dalam rangka peningkatan proses pembelajaran di SD
3.      Data yang kami dapatkan semata-mata hanya untuk kepentingan penelitian. Untuk itu, Anda tidak perlu ragu untuk mengisis angket ini.
4.      Partisipasi Anda memberikan informasi sangat kami harapkan.
    II.            Penjelasan Pengisian
1.      Sebeum mengisi pertanyaan-pertanyaan berikut, kami mohon kesediaan Anda untuk membacanya terlebih dahulu petunjuk pegisian ini.
2.      Setiap pertanyaan pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai dengan keadaan Anda, kemudian bubuhkanlah tanda “Silang” (X) pada kotak yang tersedia.
3.      Mohon setiap pernyataan dapat diisi seluruhnya.

Daftar Pertanyaan

No
Pernyataan
Jawaban
1
Sebagai seorang guru, saya mempelajari berbagai disiplin ilmu untuk memperkaya pengetahuan saya

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
2
Saya berusaha mencri dan mempelajari berbagai sumber untuk memperkaya pengetahuan yang saya miliki

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
3
Sebelum mengajar, saya mempelajari terebih dahulu materi yang saya ajarkan.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah




No
Pernyataan
Jawaban
4
Saya mengajar kepada siswa, sesuai dengan kemampuan yang saya miliki

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
5
Materi pelajaran yang tidak saya kuasai, tidak saya ajarkan kepada siswa.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
6
Jika ada materi pelajaran yang tidak saya kuasai, saya usahakan untuk memperdalam materi itu, kemudian saya ajarkan kepada siswa

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
7
Sebelum saya mengajar, saya mengadakan analisis karakteristik siswa.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah


No
Pernyataan
Jawaban
8
Untuk menyusun rencana pelajaran, dasar pertimbangannya saya gunakan analisis karakteristik siswa.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
9
Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar, rancangan pembelajarannya saya susun dengan rancangan motivasional.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
10
Pembelajaran yang saya berikan kepada siswa, saya  sesuaikan dengan tujuan pendidikan nasional.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
11
Saya mengajar menggunakan media pembelajaran.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah



No
Pernyataan
Jawaban
12
Media pembelajaran yang saya gunakan, saya sesuaikan dengan karakteristik siswa.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
13
Dalam mengajar, saya menerapkan berbagai metode pembelajaran.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
14
Metode pembelajaran, saya menerapkan berbagai metode pembelajaran.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
15
Saya berusaha menyajikan pembelajaran, dengan teknik yang mudah dipelajari siswa

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah




No
Pernyataan
Jawaban
16
Saya mengajar menggunakan media pembelajaran.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
17
Dalam mengajar, saya membrikan penilaian formatif.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
18
Penilaian sumatif, saya gunakan tes tertulis yang memuat keseluruhan materi yang telah diajarkan.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
19
Semua kegiatan mengajar, saya adaka perencanaan secara matang.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah



No
Pernyataan
Jawaban
20
Jika metode pembelajaran menggunakan metode diskusi, saya memimpin diskusi tersebut.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
21
Saya mengatur pembagian tugas yang dikerjakan siswa dalam pembelajaran.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
22
Untuk kelancaran kegiatan di elas, saya mengatur pembagian tugas kepada siswa yang bertanggung jawab dalam kebersihan dan lain-lain.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
23
Dengan bekal kemmapuan yang saya miliki, saya membantu apa yang  dibutuhkan masyarakat.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah



No
Pernyataan
Jawaban
24
Saya memberikan masukan tentang pemecahan masalah kemasyarakatan yang ada di sekitar saya.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
25
Saya banyak memberikan pemikiran dalam pengelolaan kegiatan organisasi kemasyarakatan yang ada di lingkungan saya.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
26
Saya mengerjakan dengan baik pekerjaan yang dibebankan kepada saya untuk kepentigan orang banyak.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
27
Saya membantu memberikan jalan keluar bagi teman yang mengalami masalah.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah



No
Pernyataan
Jawaban
28
Bagi orang yang memperoleh prestasi yang baik dalam bidang tertentu, saya mendorong agar berusaha lebih giat lagi sehingga prestasi tersebut dapat diprtahakan atau ditingkatkan.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
29
Saya melaksanakan pekerjaan yang dapat ditiru oleh orang lain.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
30
Saya membina hubungan baik anatra sesama guru, kepala sekolah, maupun dengan siswa di sekolah.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
31
Dalam setiap memecahkan masalah, saya lakukan dengan tidak emosional.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
32
Dalam mengambil keputusan, saya mengedepankan kepentingan umum

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
33
Dalam setiap pekerjaan, saya selesaikan dengan baik.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
34
Saya membiming siswa dengan sungguh-sungguh.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
35
Saya dapat mengikuti tata tertib yang diterapkan di sekolah.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah



No
Pernyataan
Jawaban
36
Saya senang membangun hubungan baik degan sesama rekan kerja

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
38
Saya dipilih dalam tim untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan tugas profesi.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
39
Saya tenang dalam menghadapi konflik sesama rekan kerja.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah

No
Pernyataan
Jawaban
40
Saya membantu kepala sekolah dalam pembinaan dan pengembangan ketrampilan para guru.

A.    Sangat sering
B.     Sering
C.     Kadang-kadang
D.    Kurang
E.     Tidak pernah


DAFTAR PUSTAKA
Hamzah B. Uno. 2011. Profesi kependidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
 

0 komentar:

Poskan Komentar